Tampilkan postingan dengan label self hosted blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label self hosted blogging. Tampilkan semua postingan

Cara Memilih Web Hosting Yang Tepat

Saat ini, Blogging Indonesia memang belum menggunakan self-hosted untuk blog ini, namun bukan berarti ke depannya juga tidak akan pernah menggunakannya kan? Dulu sekali pernah membeli domain tanpa pemikiran apapun bersama dengan paket webhosting-nya di salah satu penyedia Jasa Hosting di Indonesia itu. Namun karena waktu itu belum berpengalaman, belum tahu cara memilih web hosting yang tepat, maka sempat harus membayar mahal untuk menebus domain itu. 

Apa saja Kesalahan Dalam Memilih Hosting Dan Cara Memilih Web Hosting Yang tepat?


Sangat beruntung bagi kalian yang sudah tahu tip-tips mengenai memilih hosting untuk blog ataupun website kalian, sehingga dapat terhindar dari kemungkinan seperti yang saya alami sebelumnya. Biasanya, sebagaimana kebanyakan orang pada umumnya, kita mudah tergiur dengan harga murah yang ditawarkan untuk hosting ataupun domain tersebut. 

Padahal, banyak hal-hal lain yang perlu diperhatikan oleh blogger ataupun wirausaha yang ingin bermain di dunia internet - online marketing atau mungkin yang lagi in sekarang ini, online shop. Jangan sampai kita terlupa dengan hal-hal penting dalam memilih hosting yang cocok ini, hingga akhirnya harus membayar lebih mahal dari yang seharusnya. 

Kesalahan Umum Dalam Memilih Hosting


Seperti yang pernah saya alami sendiri, ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan saat memilih hosting, yaitu: 

Melihat Harga Saja


Ini adalah kesalahan paling umum yang dilakukan. Inginnya berhemat, sehingga mencari harga paling murah yang dapat ditemukan, namun membuat kita lupa dalam mengecek hal-hal penting lainnya, seperti bandwith yang didapatkan, kapasitas hosting, layanan purna jual dan lainnya. 

Tidak memperhatikan hal-hal lainnya itu pada akhirnya akan mengakibatkan kerugian yang jauh lebih besar dari yang seharusnya. Karena hanya ingin yang murah, kita tidak memperhatikan berapa sebenarnya kebutuhan hosting kita sendiri. 

qwords cara bijak memilih web hosting yang cocok dan tepat
Salah satu penyedia jasa hosting lokal
Jika kita adalah blogger travel atau photographer, sudah tentu membutuhkan kapasitas hosting yang jauh lebih besar untuk mengupload foto-foto kita. Demikian juga kalau kita ingin membuat website online shop, sudah barang tentu kita membutuhkan hosting dengan bandwith besar yang memungkinkan beberapa orang sekaligus mengakses website kita. Server down adalah tanda buruk bagi online shop. 

Cara Memilih Web Hosting Yang Tepat

Jika memang ingin menggunakan self-hosted blog atau website, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih web hosting yang cocok dengan kebutuhan. Berikut ini cara cerdas memilih web hosting yang cocok dan tepat menurut kacamata Blogging Indonesia:


A. Tentukan Kebutuhan Anda


Ya, yang paling pertama harus ditentukan bukanlah budget, tapi kebutuhan hosting. Kenapa demikian? Karena seperti yang dituliskan di atas, memilih hosting terbaik itu adalah masalah apakah hosting tersebut memenuhi kebutuhan atau tidak. Ibarat kata kalau kita mau liburan, yang paling pertama ditentukan adalah tempat liburan (kebutuhan), bukan bagaimana ke tempat liburan itu. Hosting adalah alat untuk memenuhi kebutuhan online kita.

Apa yang menjadi kebutuhan kita dalam dunia online ini? Apakah untuk personal branding - biasanya dilakukan oleh freelancer atau blogger yang memang menjalani dunia online. Ataukah untuk usaha lainnya, seperti online shop


Hal yang perlu diperhatikan dalam personal branding atau usaha online - yang menurut saya sangat penting adalah: Nama Domain. 
Kenapa nama domain itu penting? Ibarat perusahaan, nama domain adalah brand alias merk dari perusahaan kita. Sebagai blogger, domain inilah yang akan dilirik oleh orang-orang, apakah memang brandingnya kuat atau tidak. Misalnya saja, jika kalian adalah blogger travel, penggunaan domain travelcantik.id bisa jadi branding yang bagus. 

Alasan domain itu branding yang bagus: 

  1. Mengandung branding kalian sebagai traveler. 
  2. Mengandung lokasi kalian (id) di Indonesia

Sama halnya jika ingin membuka online shop, pergunakan domain yang mencerminkan isi online shop kita. Misalnya saja berjualan properti, bisa menggunakan propertiindonesia.com atau yang kira-kira saat orang mendengar domain itu, akan paham. 

Branding melalui domain itu penting karena branding ini yang kita jual ke pihak luar. Bagaimana menanamkan branding kita, itu masalah lain lagi. :D 


B. Cari Informasi Hosting Sebanyak-banyaknya


Sekarang ini dunia sudah serba digital, mencari informasi mengenai apapun hanya perlu buka mesin pencari dan masukkan kata kunci yang tepat dan muncullah yang kita butuhkan. Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai hosting yang ada. Hosting lokal Indonesia sudah banyak bertebaran dan bisa diandalkan. Cari pengalaman dari berbagai sumber mengenai hosting-hosting yang digunakan. 

Semakin banyak pilihan hosting akan semakin baik, seperti dalam perusahaan, setidaknya kita membutuhkan 3 supplier yang mampu memenuhi kebutuhan online (hosting dan domain) kita dengan harga yang optimum


C. Bandingkan Paket Hosting Yang Cocok


Setelah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai jasa penyedia hosting yang ada, yang perlu kita lakukan berikutnya adalah melakukan perbandingan. Dasar perbandingan kita tentunya adalah kebutuhan kita. Apakah paket sudah memenuhi kebutuhan kita dalam hal dunia online ini? Kalau sudah, kita tinggal cek, apakah harganya sesuai dengan budget kita? Atau memang budget kita yang terlalu kecil? Jangan ragu loh mengeluarkan sedikit lebih banyak daripada mengeluarkan yang jauh lebih banyak lagi nantinya. 

Misalnya, dalam melakukan instalasi Jetpack untuk Self-Hosted Wordpress.org, setidaknya membutuhkan memory 64MB. Jadi jangan kita termakan dengan harga murah saja tapi tidak dapat melakukan apa-apa yang kita butuhkan. Sehingga akhirnya kita melakukan additional purchase yang biayanya malah lebih mahal dibandingkan dengan harga kalau dari awal kita memilih yang tepat. 

Dalam membandingkan hosting ini, satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah layanan purna jual atau support dari masing-masing jasa penyedia hosting tersebut. Support dari mereka itu sangat penting dan sangat membantu, apalagi jika kita tergolong baru dalam dunia self-hosted ini. 

Kalau perlu dalam membandingkan jasa hosting, kita membuat matrix penilaian. Faktor apa saja yang menurut kalian penting dan berapa bobot masing-masing jasa penyedia hosting. Contohnya bisa seperti di bawah ini: 


qwords cara bijak memilih web hosting yang cocok dan tepat
Simulasi matrix penilaian jasa hosting

Itu sih cara bijak memilih hosting atau web hosting yang tepat dari Blogging Indonesia. Hanya perlu 3 langkah mudah dalam menentukan hosting terbaik untuk branding kita, tapi mungkin pelaksanaannya bisa lebih rumit dari tulisan ini sendiri. Dan jika ingin membagi cara memilih hosting yang cocok dengan saya, sangat saya tunggu. Termasuk juga inputan mengenai apa saja yang mau dibahas dalam blog ini. 

Apa Yang Baru di Wordpress 4.3

Bagi yang menggunakan self-hosted blog wordpress pasti menerima notifikasi untuk mengupdate wordpress kalian ke Wordpress 4.3. Sudah diupadte belum? Kalau masih belum dan bertanya-tanya apa yang baru di Wordpress 4.3 yang diberi nama Billie ini, ada baiknya baca-baca dulu tulisan ini. Apa saja yang baru di Wordpress 4.3. Blogging Indonesia mau bagi infonya di sini. 

Penamaan versi Wordpress 4.3 


Sebelum ke isi update wordpress 4.3 apa aja, kenalan dikit yuk sama update versi wordpress 4.3 ini. Sama seperti update versi operating system lainnya, seperti android - sepertinya sekarang ini penggunaan nama versi update lebih sering digunakan ya. Namanya adalah Billie, diambil dari nama penyanyi Jazz - Billie Holiday

Yang baru di Wordpress 4.3


Nah baru deh kita masuk ke ada update apa saja di wordpress terbaru ini (rilis Agustus 2015). Ada beberapa fitur yang ditambahkan atau diupgrade oleh wordpress.org yang tidak hanya meningkatkan kenyamanan dari sisi wordpress tapi juga dari sisi kita sebagai pengguna. Yuk, kita lihat detail fitur yang dimaksud:

1. Edit Menu di Customizer


Bagi pengguna wordpress pasti tahu customizer yang dimaksudkan di sini, yup untuk edit theme tampilan blog kita. Dari menu Appearance - Customize kita biasanya diarahkan ke halaman edit template blog yang kita pakai, seperti dalam foto di bawah ini. 

yang baru di wordpress 4.3 menu customizer
Customizer di Wordpress (Febriyan Lukito)

Nah selama ini ada satu kekurangan yang dirasakan (saya sih merasa gitu ya, gak tahu kalau Mas Anang - eh Mas Anang ada main blog juga gak sih?), yaitu gak bisa edit menu blog atau website langsung di halaman customizer ini. Jadi kalau kita mau menambahkan atau mengurangi menu di website atau blog kita, harus masuk ke WP Admin Dashboard - Appearance - Menu. 

Di sana kita edit dulu menu yang kita inginkan dan kemudian pas di Customizer baru deh kita pilih nama Menu yang kita ingin tampilkan di blog atau website kita. Di update terbaru wordpress 4.3 ini, sekarang kita bisa edit langsung menu di customizer. Gak perlu bolak balik lagi. Yayyy. 

yang baru di wordpress 4.3 menu customizer update
Gak perlu bolak balik, cukup di customizer aja (foto dari wordpress.org)


2. Site Icon Favicon


Ada yang tahu site icon atau favicon itu apa? Itu tuh, yang logo kecil di tab browser kalian. Kalau di blogspot itu logonya pasti B dengan background oranye, kalau wordpress pasti W dengan background biru muda gitu. Nah, kalau di blogspot sendiri Site Icon dan Favicon sudah sejak lama bisa diupload beda dengan wordpress self-hosted yang baru saja. 

yang baru di wordpress 4.3 site icon
Site Icon


Yang baru di wordpress 4.3 ini sekarang memungkinkan kita untuk upload site logo dan juga favicon di blog atau website kita - tidak lagi tergantung pada themes yang kita gunakan. Sudah ada dalam customizer juga. 


3. Better Password Security


Pernah lupa password wordpress kalian gak? Saya pernah dan saat klik forgot password di menu login, saya akan mendapatkan password baru di email. Nah sekarang ini ada update masalah keamanan login di wordpress. Jadi kalau sekarang lupa password, yang dikirimkan ke email bukan lagi passwordnya tapi adalah link reset password. 

yang baru di wordpress 4.3 keamanan password reset
Keamanan Password


Saya sih suka dengan yang baru di wordpress 4.3 soal password security ini. Kan berabe kalau email soal password itu dibaca orang lain kan? Apalagi kayaknya pacar sering buka-buka hape kalian kan - bukan curcol loh ya. 

4. Shortcut Dalam Editor Tulisan


Update terakhir ini yang saya suka banget. Yaitu adanya shortcut untuk kita pas membuat postingan alias tulisan di editor page kita. Bagi yang pakai self-hosted dan menerapkan SEO-SEO gitu, pasti merasa penting yang baru di wordpress 4.3 ini. 

Bayangkan aja sekarang kalau mau bikin Heading (H2 atau H3 atau H4 - H6), ribet banget - atau mungkin karena sayanya yang kurang pengalaman ya. Selama ini saya harus buka tab text di editor dan kemudian edit tulisan saya sebelumnya dan masukkan kode <h2> Tulisan </h2> kalau mau menjadikan tulisan saya sebagai heading 2. 

Nah sekarang itu lebih simpel - gampang banget. Shortcutnya udah ada, tinggal kita ketik # kalau mau Heading 1 atau ## kalau mau bikin H2. Coba deh lihat video dari wordpress ini untuk shortcut terbaru di wordpress 4.3. 


Makin seru aja sih menurut saya dengan update terbaru dari wordpress ini. Jadi bisa banyak hal yang dipermudah oleh wordpress. Kalau mau download wordpress 4.3 terbaru ini bisa kalian klik di sini. 

Nah, gimana? Mau update ke wordpress 4.3 gak setelah tahu ada apa yang baru di wordpress 4.3 alias Billie ini?  

Langkah Membuat Blog Di Wordpress

Okay, Tips Blogging Indonesia kali ini akan membahas langkah membuat blog di wordpress ya. Wordpress di sini tentunya wordpress.com yang free. Bukan membuat blog self-hosted dengan wordpress. Itu nanti dibahas dalam post berbeda ya. 

Baca perbedaan Self-Hosted Dan Free Hosted Blog

Dalam membuat blog di wordpress itu sebenarnya sangat mudah, hanya perlu mengikuti langkah demi langkah membuat blog baru. Yang perlu disiapkan dalam membuat blog di wordpress adalah sebuah email - bisa email apa saja. 


Langkah Membuat Blog di Wordpress


Nah berikut ini adalah langkah membuat blog di wordpress: 

1. Buka alamat wordpress.com 


Okay, sudah buka website wordpress.comnya belum? Di halaman awal web itu akan muncul tampilian seperti di bawah ini. Yang perlu dilakukan adalah klik tombol create website. 
langkah membuat blog di wordpress create website wordpress
Buka wordpress.com dan create website - cara membuat blog di wordpress yang pertama

2. Masukkan alamat blog yang kalian ingin untuk didaftarkan. 


langkah membuat blog di wordpress nama blog di wordpress
Nah untuk yang ini, harap disesuaikan dengan tujuan dan tipe blog yang kalian inginkan. Alamat blog yang unik dan sesuai dengan tipe ataupun tujuan blog sangat dianjutkan. Siapkan beberapa alamat blog yang kalian ingin daftarkan. 

Pada saat alamat blog kalian daftarkan, akan terlihat apakah nama blog tersebut sudah ada yang pakai atau tidak. Kalau sudah okay, click Create Your Site and Continue ya. 

3. Isi data detail untuk blog


langkah membuat blog di wordpress detail akun wordpress
Langkah 3 membuat blog di wordpress
Kalau sudah okay langkah keduanya, kita akan diajak ke langkah berikutnya, yaitu detail akun yang ingin kita daftarkan di wordpress.com ini. Isi email, username dan password di masing-masing kolom. 


Untuk username, tolong diperhatikan bahwa user name ini yang akan muncul saat nanti kalian blogwalking dan meninggalkan komen di blog tetangga. Jadi pikirkan baik-baik user name yang ingin kalian pakai ya. 

4. Custom Address


langkah membuat blog di wordpress custom address di wordpress
Langkah Mudah Membuat Blog di Wordpress #4
Langkah berikutnya dari wordpress.com setelah berhasil input data detail di atas adalah custom address. Langkah ini sebenarnya adalah tawaran dari wordpress.com untuk kita. Apakah ingin menggunakan alamat domain khusus atau tidak. Misalnya saja menggunakan tulisanbloggerindonesia.com dengan harga langganan $18 per tahun. 


Jika kalian ingin menggunakan nama blog dengan domain, bisa pilih yang kalian inginkan, tapi kalau tidak, ya di click yang No Thanks saja. Saya pribadi lebih suka membeli domain dan hosting sendiri. 

Banyak perusahaan hosting yang memberikan domain secara gratis untuk pembelian hosting tahunan. Jadi pikirkan yang masak yakkk. 

5. Memilih Tema Tampilan Blog


Kalau kalian memutuskan menggunakan domain address, langkah berikutnya pasti bukan ini. Tapi kalau click No Thanks, langkah berikutnya ya ini. Memilih tema tampilan blog. Salah satu yang saya suka dari wordpress.com adalah tema alias theme blog yang dimilikinya. 

langkah membuat blog di wordpress memilih theme blog di wordpress


Banyak dan sangat mudah dieditnya. Gak perlu paham edit html juga bisa rubah desain theme yang kita inginkan. Nah di langkah ini, saya sarankan kalian memilih dengan baik tema blog yang diinginkan. Atau ya asal pilih dulu karena nanti bisa ganti tema tampilan blog dengan mudah kok. 

6. Jenis Layanan Blog


Nah berikutnya, yang merupakan langkah terakhir dalam membuat blog di wordpress.com adalah memilih jenis layanan blog yang diinginkan. Ada tiga jenis layanan di wordpress yang bisa dipilih. 

Free, Premium dengan biaya $99 per tahun dan Business dengan harga $299 per tahun. Kembali lagi, ini adalah pilihan kalian sendiri ya. Mau pilih yang mana. Beda di antara ketiganya apa saja? Seperti terlihat dalam gambar di bawah. 

langkah membuat blog di wordpress 3 jenis layanan di wordpress
Cara membuat blog di wordpress


Free artinya benar-benar layanan gratis untuk blog saja. Tapi bukan berarti support wordpress.com untuk jenis layanan ini jelek ya. Bagus kok. Banyak tema gratis yang bisa kita gunakan. Nah kalau premium itu artinya kita diberi beberapa tema tampilan blog yang premium dalam paket yang kita beli. Termasuk juga menggunakan domain pribadi yang kita inginkan. 

Jadi kalau kita sudah punya TLD - Top Level Domain untuk blog kita, sebenarnya bisa kita gunakan wordpress.com untuk hosting domain blog kita. Layanan premium ini bisa jadi pilihan. Kita gak pusing untuk urusan SEO dan lainnya, karena hosting dengan wordpress.com artinya semua diatur oleh wordpress.com. 

Kalau yang business dapat apa saja? Lebih mahal dari premium, makanya dengan layanan Business kita mendapatkan layanan prioritas, termasuk jumlah tema tampilan blog premium yang lebih banyak dan juga besarnya space yang kita dapatkan lebih banyak alias unlimited. 

Mana yang kalian pilih? Saya pilih yang free karena sejak awal saya sudah katakan kalau akan membuat blog di wordpress.com yang free saja kan. Jadi saya click Select Free saja. 

Nah sebenarnya setelah langkah nomor 6 di atas, artinya blog kalian sudah siap. Tapi wordpress.com akan mengarahkan kalian ke tampilan layar berikut: 

Verifikasi email, ya tinggal buka email yang kalian daftarkan dan kemudian verify. Kemudian customize your site dan pilihan lainnya, sebenarnya bisa dilakukan nanti kalau gak mau sekarang juga. Customize your site itu untuk mengedit tampilan blog yang kita punya. Nanti pun bisa kita lakukan melalui dashboard blog kita. 

Jadi... itu langkah membuat blog di wordpress, free blog di wordpress ya. Moga kalian berhasil membuat blog di wordpress. Jika ada yang ingin ditanyakan, jangan sungkan komen, akan saya balas sesegera mungkin. Happy Blogging. 

Blogging Tips: Self Hosted Atau Free Hosted Blog

Ah memang sepertinya saya menulis ini agak tak beraturan ya. Alasannya sih tak lain dan tak bukan agar yang sedang terpikirkan saya tuliskan sebelum terlupakan. Termasuk blogging tips kali ini: self hosted atau free hosting blog? Apakah lebih baik menggunakan self-hosting ataukah gunakan free hosting alias pakai yang free platform seperti Blogspot, Wordpress.com, Tumbr dan lainnya. 

Platform Blog mana yang cocok?


Blogging Platform Untuk Pemula


tip blogging self hosted atau free hosted blog platform blog
Platform blog yang bisa dipakai
Kalau saya pribadi sih menyarankan blogger pemula untuk menggunakan Free Platform seperti Blogspot, Wordpress.com, Tumblr atau free lainnya. Kenapa demikian? Karena lebih mudah menggunakannya. Karena walau bagaimanapun, sebagai pemula, blogger lebih baik tidak dipusingkan dengan setting-setting dan manajemen blog lainnya. Fokuskan diri pada menulis. 

Seperti dalam tulisan di blog saya satu lagi tentang Content Is The King, blogger pemula lebih baik fokus pada isi tulisan. Yang kiranya akan menaikkan traffic pada blog mereka. Tidak perlu pusing dengan SEO, update plugins pada web mereka dan lain sebagainya. 

Tapi... semua itu kembali lagi pada tujuan menulis blog masing-masing ya. Ringkasnya seperti berikut:

  1. Jika kamu blogging dengan tujuan sebagai hobi - pakai blogging platform free saja. 
  2. Jika kamu blogging dengan tujuan ingin mendapatkan uang atau monetize your blog - akan lebih mudah bagimu menggunakan self-hosted blog. 
Untuk masalah monetize your blog nanti saya share terpisah lagi ya jenisnya apa saja. 

Self Hosted Blogging atau Free Hosted Blogging


Kalau kalian penasaran, apa sih kelebihan dan kekurangan antara keduanya, berikut saya gambarkan sekilas - setidaknya dari kacamata saya selama ini yang masih tergolong baru dalam dunia blogging ini. Terutama dalam dunia self-hosted blogging ini. 

Self Hosted Blogging


Dengan self hosted blogging, artinya kita memiliki kepemilikan penuh atas blog yang kita punya. Ibaratnya seperti ini. Kita membeli rumah atau apartment. Kalau menggunakan free hosted blog, baik itu blogspot, wordpress.com atau apapun itu, kita ibarat membeli apartment. Kita hanya mendapatkan Hak Guna Blog saja. Akan tetapi kalau kita pakai self-hosted blog, ibaratnya kita itu membeli rumah. Kita benar-benar mendapatkan Hak Milik Blog

Nah sama seperti ketika membeli rumah, kita pun bertanggungjawab penuh atas rumah yang telah kita beli itu. Mau dirombak seperti apapun, juga itu hak kita. Mau dicat warna merah? Monggo. Cat warna hitam? Monggo. Seperti itu juga self-hosted blog kita, mau tampilannya seperti apapun, silakan saja. Sekarep dewek, wong itu hak milik kita sendiri. 

Di sisi perawatan, tentunya kalau kita beli rumah, tanggung jawab perawatan, pencurian dan lainnya juga menjadi tanggung jawab kita sendiri. Tanggung jawab yang perlu kita pastikan. Jangan sampai ada kehilangan kan? Atau jangan sampai rumah kita tidak terawat sampai laba-laba buat sarang di mana-mana. Begitulah self-hosted blog, tanggung jawab perawatan atas blog itu ada di tangan kita sebagai pemilik. 

Kalau kita ingin menjual rumah kita, kita harus bisa mempromosikan rumah kita sendiri kan? Memang sih menggunakan agen properti - tapi pastinya akan ada biaya komisi buat si agen. Lebih enak kalau kita bisa memasarkan sendiri kan? Self-hosted blog juga begitu, kita harus bisa mempromosikan blog kita sendiri. 

Kita harus bisa menaikkan traffic yang datang ke blog kita dengan menerapkan SEO - Search Engine Optimization agar masuk dalam search engine Google, paham dikit soal Google Analytics, menggunakan Google Webmaster Tools, dan lainnya. Tapi di sisi lainnya, kita bisa mendapatkan uang dari blog kita ini dan itu menjadi milik kita pribadi. 

Intinya dengan self-hosted blogging ini adalah bahwa blog itu adalah benar-benar menjadi milik kita, namun di sisi lainnya, kita harus melakukan perawatan, promosi untuk blog kita itu sendiri juga. 

Free Hosted Blog Platform

Kira-kira dah tahu dong kalau bahasan yang ini bakalan seperti apa? Yup. Kebalikan dari yang saya tuliskan di self-hosted blog di atas. Ibaratnya kita ini membeli Apartement bukan rumah - jadi kita mendapatkan Hak Guna Blog bukannya Hak Milik Blog. 

Apa saja sih yang perlu diketahui tentang Free Hosted Blog Platform:
  1. Ownership blog tetap ada di kita - tapi bukan ownership dari domain wordpress.com atau blogspot.com-nya. Ownership wordpress.com ya masih di wordpress. Kita hanya diberikan Hak Guna Blog untuk menggunakan (menulis, mempublish dan share) alamat blog spesifik kita. 
  2. Perawatan dijalankan oleh mereka. Tidak perlu pusing kita dengan semua perawatan itu. Kita hanya perlu pusing dengan menulis saja. 
  3. Tampilan mungkin akan lebih terbatas dibandingkan dengan yang self-hosted. Tapi dalam blogspot, kita mungkin untuk melakukan edit template menggunakan CSS. 
  4. SEO dan lainnya dilaukan oleh sang pemilik. Kita tak perlu pusing promosi dan juga pasang iklan soal blog kita di mana-mana. 
  5. Mendapatkan uang dari blog masih mungkin, tapi lebih terbatas opsinya dibanding yang self-hosted blog. 
Self hosted blogging yang saya maksudkan di sini adalah yang benar-benar menggunakan hosting pribadi - di luar hosting yang disediakan oleh wordpress.com ataupun blogspot.com dan kita hanya menggunakan TLD - Top Level Domain saja ya. Hal itu tentu bisa dilakukan tapi saya kategorikan tetap free hosted blog platform - entah menggunakan domain sendiri seperti www.febriyanlukito.com ataupun menggunakan catatanpikiranrandom.blogspot.com. 

Kalau self hosted blogging itu, satu yang perlu kita pastikan adalah jasa hosting yang kita gunakan. Pilihlah perusahaan jasa layanan hosting yang dapat dipercaya. Salah satunya dengan support yang siap sedia membantu ketika ada masalah. 

So... ingin self hosted atau free hosted domain? Kalau ada yang ingin ditanyakan bisa tanya ke saya. Kalau saya bisa pasti akan saya bantu. 

Happy blogging all....